Posted by : Unknown Senin, 12 September 2016

Cara dan Metode Menghafal al-Qur'an Ala Pesantren

Menghafal al-Qur’an tidak semudah yang kita kira, butuh usaha dan motifasi kuat untuk melanjutkan dan terus menghafal sampai khatam. Sebab al-Qur’an bukan sembarang bacaan,  membaca al-Qur’an tidak sama dengan membaca buku, koran, dan komik. Sebab al-Qur’an adalah  kalamullah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW yang mengandung I’jaz ( mukjizat ), hikmah, serta hukum-hukum Allah untuk mengatur kehidupan manusia.
Al-Quran telah di jamin oleh Allah tentang keutuhannya. Al-Quran yang kita baca sekarang sama persis dengan al-Qur’an yang di baca Rasulullah SAW, tak ada ayat dan bahkan satu surat pun yang tertinggal. Karena al-Qur’an sudah dijamin keasliannya  oleh Allah SWT. Sesuai Firman-NYA

انا نحن نزلناالذكر وانا له لحافظون 


“ Sesungguhnya kami ( Allah ) yang telah menurunkan al-Quran dan kami pula yang akan menjaganya “


Menghafal al-Qur’an 30 juz merupakan cita-cita besar dan mulia bagi setiap muslim, dan pahala besar bagi orang-orang yang bisa menghafalnya, sebab dia akan menjadi salah satu penjaga al-Qur’an. Namun menghafal al-Qur’an tidak semudah yang kita bayangkan, maka dari itu butuh kiat-kiat atau metode untuk menghafalnya.

Banyak sekali metode menghafal al-Qur’an yang di tawarkan oleh lembaga-lembaga Tahfidz. contoh hafal al Quran dalam 1 tahun bahkan hanya 40 hari. Meski begitu semua cara cepat tersebut hanya sebuah metode yang tak semua orang bisa melakukannya, karna tingkat hafalan manusia yang berbeda-beda. Disini kami hanya akan berbagi pengalaman dari apa yg diajarkan kepada kami dalam menghafal al-Qur’an.


 Cara dan Metode Menghafal al-Qur'an Ala Pesantren
                        
1-Perbaiki Niat

Bisa saja sewaktu-waktu hafalan kita mandek ditengah jalan karna terlilit masalah atau mempunyai beberapa kesibukan, maka dari itu Menjadi hal yang penting bagi para penghafal al-Qur’an untuk selalu menjaga niat dan membulatkan tekad, sebab terkadang niat kita bisa berubah sewaktu-waktu dikarnakan malas, maka dari itu pembaruan niat juga diperlukan. Rasul bersabda:
انماالاعمال بالنيات .....الحديث رواه البخاري
Artinya ” Segala sesuatu itu tergantung niatnya “

2-Membaca berulang-ulang

seperti hafalan lainnya al-Qur’an pun butuh di takror (pengulangan secara kontinyu) namun takror al-Qur’an tidak sama dengan mentakror lirik kangen band atau hijau daun
J, karnanya kita harus telaten dalam mentakror hafalan kita.

3-Mentashhih Hafalan kepada guru

Kita juga butuh pembimbing untuk menghafal al-Qur’an, supaya bisa menjadi pencerah dan pemberi solusi disaat kita jenuh dan merasa buntu dalam menghafal al-Qur’an.

4-Takror Silang

hehe J ..... sebenarnya istilah dan metode takror silang ini saya comot dari pesantren saya saat ini, mungkin juga ada di pesantren lain, tapi biar mudah saya jelaskan saja. Intinya kita cari teman entah dua atau tiga orang nanti kita gantian mentakror hafalan kita dan yang lain mendengarkan sambil mentashih bacaan kita dari al-Qur’an.

5-Istqomah

Ini dia, yang paling sulit dilakukan, ISTIQOMAH. Mungkin gampang saja kita memberi motifasi sama orang lain, tapi untuk melakukan sendiri memang agak sulit. Jika saya memberi nilai pada tingkat kesulitan Istiqomah mungkin 95. Intinya kita berusaha sebisa mungkin untuk membagi waktu kita dengan al-Qur’an. (y)

6-Berdoa

Untuk yang terakhir adalah doa, sebab manusia hanya bisa berikhtiyar (memilih) dan Allahlah yang menentukan. Sekuat apapun daya hafal kita kita tidak boleh sombong sebagai makhluk yang lemah dan membutuhkan sang pencipta. Selipkanlah doa agar diberi hafalan al-qur’an dalam setiap doa kita semisal ـ
اللهم حافظنا كل القرأن
Ya Allah berilah kami hafal keseluruhan al_qur’an

Mungkin sekian apa yang bisa saya sampaikan tentang Metode menghafal al-Qur’an, semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca terutama bagi penulis sendiri.

Mustofa Al-Hasany


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © MUSTOFA - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -